(sepenggal catatan dari Ubud) belajat dari kayu yang lembab dan jamur, hidup untuk melayani


Acara besok adalah kita healing diri kita di sungai…
Bagi yang tidak ikut, tidak apa-apa, dan tolong diberitahukan kepada panitia.

Medan besok menuruni 200 anak tangga untuk menuju ke sungai…

Dee, kalau besok kamu nda ikut juga nda papa.

Aku hanya menjawab, aku putuskan besok saja. Tapi kalaupun berangkat, aku perlu pinjam tangan untuk sebagai tumpuan dan pegangan. (sambil dalam hati, Ya Allah, beri saya petunjuk Mu, malam ini…)

Sampai kembali ke kamar untuk istirahat, selesai bersih2 badan sebentar, kebetulan dapat tempat di samping jendela. Teman sekamar ku sudah terbang di mimpinya. Duduk melihat kegelapan malam, aku keluar sebentar. Angin malam yang biasanya menggigit tulang ku, malam ini rasanya hangat.

Hai angin yang baik, tolong lihatkan keadaan di sungai bawah sana untuk ku...

Dalam penantian menanti jawaban, mata ini berhenti pada tumpukan jamur yang biasanya kalau pagi tak ku lihat. Malam ini terlihat bagus…ku sentuh sedikit permukaan jamur itu.. juga permukaan kayu yang malam ini terlihat lunak.

Apa pesan Mu, ya Allah…

Sambil menyentuh kaki bekas operasi, aku hanya diam saja menunggu kabar dari angin.
Menyusuri bekas jahitan operasi di kaki ku...jahitan yang panjang, sambil merasakan hati dan menatap kayu lembab berjamur itu...

Seolah-olah kayu lembab itu berkata, lihatlah aku baik-baik...rasakan apa yang sesungguh nya aku inginkan, apa yang ku ragukan? Apa? Tapi aku baik-baik saja. Lihat...rasakan...

Jamur tumbuh diatas kayu yang lembab...

Jamur itu dapat hidup karena di layani dengan sepenuh hati oleh kelembaban dan kayu. Tanpa itu, jamur tidak tumbuh.

Sama juga seperti kita, manusia. Kita bisa melakukan segala hal yang kita mau dan mendapatkan apa yang kita inginkan karena ada orang lain ataupun sesuatu yang mendukung nya. Baju, ada yang membuatkan.. kita tidak membuat sendiri kain nya..semua saling melayani yang lain…

Apa yang aku punya untuk ku bagikan untuk yang lain? Untuk saudara-saudaraku disana yang juga sama seperti aku, sedang belajar untuk kehidupannya?

Hembusan angin datang mengabarkan bahwa sungai di bawah sana baik-baik saja, dan semua yang di bawah sana menyampaikan salam nya padaku.

Suara di hati ku mengatakan sesuatu: “Bukankah telah ku lapangkan untuk mu dada mu?” (saya tidak ingat ini surat apa dan ayat berapa, hanya saja mendadak terdengar suara itu di hati). Ya Allah, bila memang begitu, bila dengan aku berangkat aku juga bisa membantu yang lain dari sisi yang mungkin aku tidak tahu apakah itu bermanfaat atau tidak, tapi bila Engkau memberiku petunjuk demikian…aku berangkat. Temani aku, ya Allah. Bismillahirrahmanirrahim.

Perjalanan turun melalui anak tangga yang sedemikan banyak, Allah membantuku turun dengan meminjamkan tangan dari dua saudaraku yang semoga juga selalu mendapat kemudahan dalam semua urusan nya, terima kasih saudaraku Andi, terima kasih saudaraku Oegoen. Akhir nya sampai juga aku di perbatasan antara dataran dan sungai.

Suara teriakan dari ujung sungai sebelah sana memberitahuku untuk tidak perlu menyeberang bila aku tidak ingin. Sekali lagi, aku hanya bisa bertanya pada Mu, ya Allah...beri aku petunjuk...hembusan angin di punggungku mendorongku maju...sambil mengatakan, ayo... aku juga akan menemanimu...

Alhamdulillah, ya Allah...

Dengan hati yang mantab, aku melepas sepatuku, meskipun sebelum nya aku juga disarankan untuk tetap menggunakan sepatu untuk menghindari batu. Aku hanya ingin merasakan tanah di bawahku, bila tidak memungkinkan, aku akan pakai sepatu lagi. Merasakan dinginnya tanah...seolah ada aliran energi yang mengatakan, jadilah seperti aku...tenangkan hati mu...ok...aku jalan...bismillahirahmanirrahim...

Ujung kaki ku mulai menyentuh air. Pelan-pelan, air mulai terasa lebih tinggi…ku tajamkan telinga ku…air sungai di ujung sana berteriak… aku akan belok ke kiri.. arahkan kaki mu, ikuti aku…Aku hanya diam sambil menajamkan indra perasa di kaki saja dan merasakan nya di hati…Aliran air bercampur pasir, terasa membentuk pusaran empuk yang justru malah melapisi kaki ku, seolah memakai sepatu paling empuk sedunia buatan alam dari Nya. Benar… semua berkolaborasi..

Inilah alam semesta yang saling bekerja sama, sementara kita manusia yang diciptakan Dia sebagai makhluk yang paling sempurna sering kali melupakan bahwa kerja sama itu penting. Malah kadang kita sibuk meremehkan yang lain. Belum tentu pula kita bisa melakukan dengan lebih baik

Dengan bantuan MU yang menggerakkan banyak tangan, banyak perlindungan dan banyak kemudahan, sampai lah aku di suatu tempat yang belum pernah aku lihat sebelum nya. Ya Allah, terima kasih atas ijin Mu untuk ku dapat melihat ciptaan Mu. Aku mendapatkan banyak pesan dari ciptaan Mu ini untuk kemudian ku sampaikan. Dan bila ini bermanfaat bagi yang lain, sungguh.. tidak sia-sialah hidup ku.

Hanya doa dari nabi Daud yang bisa kubaca di antara hembusan angin, senyum dari tanaman-tanaman yang terus berdzikir pada Mu, juga suara indah dari air terjun dan suara gesekan dedaunan…

Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersabda:
“Di antara doa Nabi Daud ’alihis-salaam ialah: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepadaMu cintaMu dan cinta orang-orang yang mencintaiMu dan aku memohon kepadaMu perbuatan yang dapat mengantarku kepada cintaMu. Ya Allah, jadikanlah cintaMu lebih kucintai daripada diriku dan keluargaku serta air dingin.” Dan bila Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam mengingat Nabi Daud ’alihis-salaam beliau menggelarinya sebaik-baik manusia dalam beribadah kepada Allah.” (HR Tirmidzi 3412)

Dari Rumi:
Jika kau kenakan sabuk pelayan
Dan melayani hati
Seperti budak ataupun pelayan
Adalah jalan kea arah rahasia
Yang akan terbuka di depan mata

Aku kembali kepada mu
Karena aku tidak menemukan semacam itu dari yang lain
Aku temukan semua itu di dalam dirimu dimana-mana.

Tercenung diri ini mengingat tulisan Rumi yang sudah di tuliskan pada masa silam
Ya...hanya dengan itu.. kita semua kembali kepada Mu, ya Rabbi
Hidup semua orang adalah hitam dan putih
Yang gemerlap karena cahayaMu, ya Rabbi…
Aku memilih untuk meraih cinta Mu
Selalu belajar untuk menjadi hamba Mu yang istimewa…

Berilah kami petunjuk…
(Allah memberi petunjuk kepada siapa saja yang di kehendaki: Al Baqarah: 272)
(Barang siapa yang tiada di beri cahaya petunjuk pleh Allah, tiadalah ia mempunyai cahaya sedikit pun: An Nur: 40)
Ya Tuhan Kami, sempurnakanlah cahaya kami (At Tahrim: 8)

Ya Rabbi, Engkau tidak pernah pergi sehingga harus ku cari
Karena Engkau tidak pernah pergi

Untuk semua saudara-saudaraku, aku hanya bisa mendoakan kalian semua juga selalu dalam lindungan Nya, selalu dalam rahmat Nya, selalu dalam kemudahan dan penyelesaian masalah apapun yang terbaik.

Terima kasih juga untuk papa dari saudara ku Irma yang menemani naik tangga, seperti ketemu dengan papa ku sendiri mungkin waktu itu lagi ngopi sambil baca Koran dirumah.

Terima kasih untuk kebersamaan kita semua.

Ya Rabbi, aku memohon melalui nama-nama Mu yang indah
Melalui wajah Mu yang bisa ku lihat dimanapun
Wahai Allah, Tuhan ku yang menyebut namanya menentramkan hatiku,
Wahai yang sebaik-baiknya diminta
Sempatkan aku untuk selalu bersyukur,
Tuntun dan temani aku untuk selalu mengingat Mu
Engkau boleh melakukan apapun yang Kau kehendaki atas diriku
Aku akan selalu memohon pada Mu atas takdir yang sudah Kau tetapkan

Apapun itu, ya Rabbi…aku akan tetap mencintai mu…

Karena aku tahu rahmatMu lebih luas daripada murka Mu

I love you, Allah


I love you all, because Allah

0 comments:

 
© free template by Blogspot tutorial