belajar dari petir, menerima ketidaknyamanan dan melepas keinginan bahagia


J

alan Gatot Subroto, Jakarta.. di jam 17.30, jam pulang kerja. Sudah dua hari ini aku berdiri cukup lama demi menanti lewat nya taxi untuk mengantar kembali pulang. Semua taksi yang lewat penuh dengan lampu pengenal taksi yang dimatikan pertanda ada penumpang di dalam nya. Genap sudah 2 jam menunggu. Ku coba sekali lagi untuk menelpon operator taksi untuk minta di jemput. Jawaban yang ada adalah semua taksi sedang full booked. Tidak bisa order melalui telepon. Pilihan nya adalah menunggu saja apa yang lewat. Apa pun.

Pilihan yang ada adalah mencoba mencari taksi di mall terdekat. Tapi juga tidak ada yang lewat. Sore ini hujan deras.. butiran air hujan dengan tetesan yang cukup besar dan cepat mulai membasahi kepalaku. Saat yang tepat saat lupa bawa payung atau pun jaket yang ada tutupan kepala nya. Air hujan mulai mengaburkan pandangan ku melalui kacamata yang basah. Asap knalpot di tengah kemacetan cukup membuat napas jadi sesak. Seorang ibu memberi tempat disamping nya untuk sama-sama berteduh di halte. Setelah tiga jam menunggu dengan pilihan untuk menikmati saja hujan yang turun, akhir nya aku dapat taksi juga dan selama perjalanan pulang hanya memandang macet nya Jakarta dari balik jendela dengan perjalanan lebih dari dua jam. Sampai di rumah jam 23.00, lumayan malam menurutku.

Selama tiga hari, aku mendapatkan pengalaman yang sama. Sempat terbetik pertanyaan dalam hati, Ya Allah... apa pesan Mu kali ini untuk ku? Ya Allah, pasti bukan tanpa maksud Kau memberiku pengalaman ini. Beri petunjuk Mu yang bisa ku mengerti. Engkau Maha Tahu, jujur aku katakan bahwa physically aku capek banget. Ya Allah, temani saya.

Sabtu, hari terakhir, akhirnya aku bisa menyelesaikan pekerjaanku. Sambil menunggu hujan reda untuk keluar beli makan siang, aku duduk di teras depan. Melihat langit yang mendung. Tiba-tiba aku di kagetkan suara petir yang menggelegar

Sekali lagi terdengar suara petir menggelegar.

Petir...mengingatkan aku pada penderitaan.
Suatu uraian dari E.Tolle yang mengatakan bahwa “manusia punya pikiran bahwa manusia seharus nya tidak menderita. Pikiran bahwa kita menderita adalah akar penderitaan kita. Dimana sebenarnya penderitaan itu adalah timbul nya kesadaran terdalam manusia dan membakar egoisme”

Petir juga mengajarkan aku untuk menerima ketidaknyamanan.

Reaksi yang timbul memang bisa macam-macam sebagai wujud pelampiasan egoisme dari hati, misalnya marah, menangis, histeris, pikiran-pikiran negatif, yang semua nya akan menyiksa diri sendiri.

“Dan bahwasanya Dialah yang menjadikan orang tertawa dan menangis.” (QS. An-Najm: 43).

Uraian dari kitab al hikam yang tidak sengaja melintas di hati, yang benar-benar terasa menampar hati adalah: Bila kita merasa mengalami penderitaan dalam bentuk apa pun, dan kita berdoa untuk di lepaskan dari penderitaan itu, tapi kita tidak benar-benar terbebas dari penderitaan itu, adalah karena Allah masih berkehendak kita ada disitu.

QS. Al-Baqarah ayat 216
”Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”

Berarti apa pun yang ada di hadapan kita ini adalah baik. Bagaimana kita merasakan dari hati yang terdalam bahwa memang kita harus melalui nya. Tanpa mengomentari nya.

Bisakah??? Sementara manusia, juga berarti disini aku sendiri pun kadang tak sengaja mengomentari kejadian yang sudah Kau aturkan untuk kami semua. Astaghfirullah...

Tulisan Rumi mengingatkan ku:
Mencinta adalah mencapai Tuhan
Takkan pernah lagi dada seorang Pencinta merasakan kesedihan
Takkan pernah lagi jubah seorang Pencinta tersentuh kematian
Takkan pernah lagi jazad seorang Pencinta ditemukan terkubur di tanah
Mencinta adalah mencapai Tuhan

Bisa jadi apa yang kita alami pun adalah hukum sebab akibat. Tapi itu semua sudah atas kendali Allah juga. Apapun itu adalah baik. Pembahasan akan kejadian yang kita alami akan mempengaruhi proses kita dalam taslim..berserah diri dan total surrender.

Apapun itu, semua berasal dari Mu, temani aku dalam menerima ketentuan Mu
Ridha Mu

• Imam Ibnu Katsir menafsirkan surat At Taghaabun ayat 11

"Barangsiapa yang ditimpa suatu musibah, lalu dia menyedari bahawa musibah tersebut adalah qadha dan qadar Allah, oleh itu dia dapat sabar menghadapinya dan reda menerimanya, niscaya Allah akan memberi hidayah (petunjuk) kepada hatinya dan mengganti apa yang luput itu dengan hidayah kepada hatinya serta keyakinan yang benar. Malahan terkadang gantian dari Allah itu lebih baik daripada apa yang luput. (Tafsir Al Quran Al ‘Azim ).

• Imam Ibnul Qayyim berkata: “Hendaknya kita menyadari bahwa musibah yang menimpa kita bukanlah untuk memusnahkan kita, sesungguhnya kehadiran musibah tersebut hanyalah untuk menguji sampai dimana kesabaran kita, dengan demikian barulah jelas apakah kita layak menjadi WALI ALLAH ataupun tidak”.

• Allah berfirman dalam surah Fathi Maksudnya: Apa saja yang Allah anugerahkan kepada manusia berupa rahmat, maka tidak ada seorangpun yang dapat menahannya; dan apa saja yang ditahan oleh Allah maka tidak seorangpun yang sanggup untuk melepaskannya sesudah itu. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Imam Ali, menantu Rasulullah pernah berkata, bahwa ada tiga ibadah yang utama. Yang pertama adalah sabar, yang kedua adalah diam, yang ke tiga adalah menanti kelapangan Nya.

Ya Allah dengan ijin Mu, lindungi aku dan kami semua dari bahaya yang tampak dan juga bahaya yang tidak tampak, yang hanya Engkaulah yang tahu.

Ya Allah, jadikan diam ku dengan selalu mengingat Mu.

Tulisan Rumi yang mengingatkan ku:
Adakalanya dengan tujuan menolong
Dia membuat kita sengsara
Tapi kepiluan hati demi Dia
Akan membawa kebahagiaan
Senyum akan datang
Sesudah air mata
Siapapun yang meramalkan ini adalah hamba yang di berkati Tuhan
Dimanapun air mengalir, hidup akan makmur
Dimanapun air mata berderai dan mengingatNya
Rahmat ilahi akan diperlihatkan
Pergilah ke pangkuan Tuhan..
Dan Tuhan akan memelukmu dan menciummu dan menunjukkan
Bahwa Ia tidak akan membiarkan mu lari dari Nya
Dia akan menyimpan hati mu dalam hati Nya
Siang dan malam

Wahai Yg Maha Mendengar,selalu berlaku kodrat Mu,wahai Yg Maha Mengatasi,yg tempat semuanya berakhir.Dgn syafaat Mu,melalui kemuliaan Mu.Aku hanya ingin mengulurkan tanganku & memohon pd Mu,krn yg lain adl fana & bergantung pd-Mu.Engkau yg menyayangi kami semua.Sgl sesuatu akan selesai dg cara & ketentuan Mu.Aku hanya punya doa & melarikan diri pada Mu






0 comments:

 
© free template by Blogspot tutorial